Umumnya, ibu hamil akan mengalami penurunan tekanan darah
(hipotensi), terutama di usia kehamilan 20 minggu hingga maksimal di
usia 32 minggu. Jika penurunan ini terjadi secara gradual atau perlahan
dan tak menimbulkan keluhan, maka terbilang normal, karena sesudah itu
tekanan darah akan kembali normal atau sedikit lebih rendah dari normal.
Kisaran tekanan darah normal yang umum adalah terendah 80/60 dan paling
tinggi 120/80.
Hipotensi terjadi bila tekanan darah ibu berada di bawah dari
biasanya. Misalnya tekanan darah ibu normalnya adalah 100/70 kemudian
turun menjadi 80/60, ini dapat dikatakan tidak normal. Penurunan ini
dapat menimbulkan keluhan seperti pusing dan mata berkunang-kunang.
Pada ibu hamil, tekanan darah yang menurun ini bersifat fisiologis
atau terjadi karena adanya kehamilan. Secara ilmiah penyebabnya bisa
diterangkan sebagai berikut; saat hamil, tubuh ibu memproduksi hormon
progesteron. Hormon ini memengaruhi otot-otot menjadi lebih relaks.
Kemudian memengaruhi pembuluh-pembuluh darah ibu yang cenderung melebar.
Pelebaran pembuluh darah inilah yang membuat tekanan darah menurun.
Tekanan darah rendah juga dapat diatasi dengan mengkonsumsi kopi,
bayam, cabe, coklat, lada, hati ayam kampung/sapi/kambing, susu,
mentega, keju dan jahe merah. Sebaliknya hindari makanan yang pahit,
asam, dan ketimun.
- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10
gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup
jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis untuk melancarkan peredaran darah.
Untuk sehari-hari, ibu hamil bisa saja minum teh manis, susu manis
atau makan makanan lain yang bergizi. Selain itu, pada kondisi seperti
ini biasanya ibu hamil dianjurkan untuk selalu mendapatkan istirahat
yang cukup.
Obat-obatan juga mungkin dapat diberikan untuk membantu menjaga
stamina dan tekanan darah selalu normal. Namun pemberian obat-obatan
tentunya harus dengan resep dan ijin dokter. Sebaiknya, ibu hamil
berkonsultasi dengan dokter terkait jika ingin mengkonsumsi suatu jenis
obat.
Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit biasanya hanya diberikan
setelah semua usaha di atas tidak berhasil dan obat-obatan itu pun harus
diberikan atas nasihat dokter.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar